Jumat, 09 Desember 2011

Game online jenis massive multiplayer RPG

Lebih dari 8 tahun lalu, game online jenis massive multiplayer RPG mewabah di Indonesia. Hari ini, game online sejenis kembali diluncurkan. Bertempat di Level One Cyber Cafe, Uniiversitas Binus, Jumat (2/12/2011), Aika, sebuah game jenis MMORPG diperkenalkan dengan menawarkan keasikan perang 1000 versus 1000. Dalam game ini kami memiliki beberapa pilihan tokoh, yaitu warrior, crusader, sniper, dual gunner, priest, night magician," jelas Suyudi, Managing Director Asiasoft.

Fitur PvP dan Warfare sampai 1000 vs 1000 tersebut memungkinkan karena tokoh-karena tersebut dapat membentuk aliansi, dengan jumlah anggota satu kelompoknya didaulat bisa mencapai 500 orang. Setiap kelompok yang dibentuk bisa berperang dengan kelompok lainnya, kapan pun dikehendaki.

Perang dalam game ini dibuat dengan tujuan memperebutkan kekuasaan sebuah negara, dan berusaha untuk mempertahankannya. Aika community di Indonesia telah lama menunggu peluncuran versi online game ini. Salah satu kelebihan Aika adalah fitur peperangan tersebut," terang Jerry Chung, Creator Aika.

Jumat, 07 Oktober 2011

Sepak takraw Indonesia

Sepak takraw Indonesia mendapat pujian dari Presiden Asian Sepak Takraw Federation (ASTAF) Abdul Halim Bin Kader. Bahkan, Abdul memprediksi tidak lama lagi Indonesia bisa menyalip dominasi Thailand di cabang olahraga (cabor) ini.

Presiden ASTAF Abdul Halim Bin Kader memberikan apresiasi positif perkembangan sepak takraw di Indonesia. Sebab, atlet sepak takraw Indonesia terus menunjukkan grafik permainan yang menanjak. Bahkan, Abdul menilai tim Indonesia pantas mendapatkan minimal satu medali emas SEA Games XXVI nanti.

“Saya menilai seperti itu setelah lebih satu jam menyaksikan laga tim putra Indonesia versus Thailand di ajang International Sepak Takraw Federation (ISTAF) Super Series September lalu di Thailand,”tuturnya. “Meski berada di bawah tekanan pendukung tuan rumah, pemain Indonesia tetap fokus dan memenangkan pertandingan.Bahkan,seingat saya, kemenangan itu merupakan yang pertama diraih tim Indonesia atas Thailand dalam kurun waktu 50 tahun terakhir,”ucap Abdul.

Menurut Sekjen Internasional Sepak Takraw Federation (ISTAF) ini,penampilan tim putra sepak takraw Indonesia yang terdiri atas Briyan,Novrizal,dan Samsul Hadi sangat baik.Alhasil,dia memprediksi tim sepak takraw Indonesia akan menggoyang dominasi Thailand di cabor tradisional ini. “Selama ini Thailand memang mendominasi sepak takraw.Namun,saya bangga juga melihat tim Indonesia bisa mengalahkan tim Thailand.Artinya, pemerataan kualitas sepak takraw berjalan di relnya,”katanya.

Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumsel Muddai Madang mengatakan,perkembangan sepak takraw di dunia sudah demikian pesat.Wajar saja cabang olahraga ini dipertandingkan di Olimpiade. “Target kami seperti yang dicanangkan ASTAF dalam 10 tahun ke depan atau dua kali pelaksanaan Olimpiade lagi.Sebisa mungkin sepak takraw menjadi cabor yang dipertandingkan,”ungkap Muddai.

“Hal itu jelas membuka peluang perolehan medali negara-negara ASEAN yang memang lebih dahulu menguasai cabor ini,”ujarnya,saat memberi sambutan pada kegiatan upgrading level wasit sepak takraw Indonesia di The Jayakarta Daira Hotel Palembang, kemarin pagi. Muddai menyatakan,Sumsel sangat mendukung pengembangan sepak takraw lebih lanjut. Bahkan, dia menegaskan, Palembang siap menjadi sentra pemusatan latihan sepak takraw hingga tingkat ASEAN.

“Dukungan kami agar prestasi sepak takraw ASEAN mengkilap di Olimpiade. Kami siap dijadikan tempat pemusatan latihan.Fasilitas yang dibutuhkan akan dipenuhi dengan catatan pada Olimpiade 2020 mendatang ada tim sepak takraw ASEAN yang meraih medali emas Olimpiade.Syukur-syukur tim itu dari Indonesia,”kata Muddai.

Pada kesempatan yang sama,Ketua Umum PB Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PSTI) Basri Sidehabi menyatakan,kesiapan venueSEA Games sepak takraw yang menggunakan gedung Sriwijaya Promotion Center (SPC) sudah mendekati 100%.Bahkan mulai Jumat (7/10),di Gedung SPC akan digelar tes event berupa kejuaraan nasional.

Selasa, 20 September 2011

Mirwan Amir

Wakil Ketua Banggar dari Fraksi Partai Demokrat Mirwan Amir bungkam saat ditanya soal dugaan aliran dana ke Badan Anggaran DPR terkait sejumlah kasus korupsi yang ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi.

"Tadi kan sudah dijelaskan," kata Mirwan singkat seusai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Selasa (20/9/2011). Sebelumnya, Ketua Badan Anggaran DPR Melchias Markus Mekeng juga enggan mengomentari soal tuduhan ini.

Mirwan bersama pimpinan Banggar lainnya yakni Mekeng, Oli Dondokambey (Fraksi PDI-Perjuangan), dan Tamsil Linrung (Fraksi Partai Keadilan Sejahtera) diperiksa KPK sebagai saksi terkait kasus dugaan suap program Pembangunan Percepatan Infrastruktur Daerah (PPID) Transmigrasi di Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi.

Sebelumnya, Farhat Abbas, kuasa hukum tersangka Dharnawati mengungkapkan, kliennya dimintai uang untuk Banggar dan Kementerian oleh dua tersangka lain yakni Sekretaris Dirjen di Direktorat Jenderal Pembinaan Pengembangan Kawasan Transmigrasi (P2KT) Kemennakertrans I Nyoman Suisnaya serta Kepala Bagian Program, Evaluasi, dan Pelaporan Dirjen P2KT Dadong Irbarelawan.

Uang tersebut, katanya, merupakan syarat jika PT Alam Jaya Papua yang diwakili Dharnawati ingin mendapat proyek di Kemennakertrans. Nama Mirwan juga disebut-sebut dalam kasus dugaan suap wisma atlet SEA Games yang melibatkan Muhammad Nazaruddin, mantan Bendahara Umum Partai Demokrat sebagai tersangka.

Nazaruddin menuding aliran dana sebesar Rp 9 miliar terkait proyek wisma atlet senilai Rp 191 miliar mengalir ke sejumlah anggota Banggar yakni Mirwan, Angelina Sondakh (Fraksi Partai Demokrat), dan Wayan Koster (Fraksi Partai PDI-Perjuangan).

Nazaruddin juga menyebutkan, pimpinan Banggar lain juga turut menerima uang wisma atlet. Saat dikonfirmasi soal pernyataan Nazaruddin itu, Mirwan bungkam. "(Tadi di penyidik KPK) masalah Kemennakertrans yang ditanya, (soal) pembahasan APBN-nya bagaimana," kata dia.

Selanjutnya, Mirwan mengacuhkan pertanyaan para pewarta dan langsung meluncur ke dalam Suzuki APV Silver, meninggalkan Gedung KPK. Demikian catatan online Setan Internet yang berjudul Mirwan Amir.

Jumat, 09 September 2011

korban penculikan

Ping dari Setan Internet untuk keyword Jasa Export Import dalam topik korban penculikan. Rafiel,5, siswa salah satu taman kanak-kanak di Kota Makassar, menjadi korban penculikan, Rabu (7/9). Bocah yang beralamat di Jalan Sungai Saddang, Makassar, ini ditemukan salah seorang sopir truk di pinggir hutan di wilayah Kabupaten Maros, pada Rabu, pukul 20.00.

Anak malang ini lalu dibawa ke Polsek Libureng pada malam itu juga sekitar pukul 23.00. Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Libureng AKP Kaharuddin mengatakan, saat diantar sopir, ditemukan sejumlah luka di bagian lengan dan lutut korban. Dia diduga memanjat tebing dan naik ke jalan raya saat meloloskan diri. Lokasi penemuan korban, yakni hutan yang berada di antara tebing curam.

Jarak Makassar dengan lokasi korban ditemukan berkisar 70 kilometer. “Saya lupa tanya nama sopirnya, tapi dia mengaku menemukan korban di pinggir jalan di tepi hutan di Maros,”ujar Kapolsek, kemarin. Menurut Kapolsek, sesuai pengakuan korban, dia dijemput salah seorang sopir di sekolah.

Penjemputnya mengaku bahwa dia teman bapaknya.Setelah itu, dia dibawa kabur sampai kemudian ditemukan di hutan Maros. Kapolsek lalu menghubungi kepolisian di Makassar untuk mengoordinasikan mengenai anak yang ditemukan itu.

Saat yang sama, Polrestabes Makassar juga sudah menerima laporan tentang anak yang hilang. Korban lalu dijemput empat anggota Polrestabes Makassar. Orang tua korban, Ponco, juga ikut menjemput anaknya di Libureng.“Korban yang menjemput dan sudah dibawa ke Makassar,”katanya. Demikian catatan online Blog Setan Internet yang berjudul korban penculikan.

Sabtu, 05 Maret 2011

Partai Keadilan Sejahtera (PKS)

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) telah memiliki kalkulasi jika akhirnya harus keluar dari koalisi partai politik pendukung pemerintah. PKS memandang, pilihan mendukung usulan Hak Angket Century dan Perpajakan adalah pilihan yang mendahulukan integritas partai apapun risikonya.

"Kita kan memperjuangkan kontrak politik kita. Angket Century dan mafia pajak adalah bagian dari pelaksanaan kontrak. Itu prinsip. Kalau kita harus menanggung resiko dari prinsip ini, itu yang saya sebut taruhan integritas," ucap Sekretaris Jenderal PKS Anis Matta di Gedung DPR, Jakarta, (Kamis (3/2/2011).

Sebagai anggota koalisi PKS dan Partai Golkar mendukung usulan hak angket, berseberangan jalan dengan partai koalisi lainnya.

Ia menjelaskan, PKS sudah memiliki kalkulasi untuk berbagai kemungkinan yang akan dihadapi pasca-usulan hak angket pajak. PKS siap didepak dari koalisi atau bahkan sampai semua menterinya dikeluarkan dari kabinet.

PKS saat ini menunggu keputusan dari Presiden Yudhoyono yang tengah melakukan evaluasi atas koalisi. Anis berjanji, PKS akan segera menyatakan sikap setelah Presiden menyatakan keputusannya.

"Tak baik mendahului SBY sebagai Presiden karena soal dikeluarkan (dari koalisi) atau perombakan (kabinet) masih berupa spekulasi dan gosip," ucapnya. Demikian catatan online Setan Internet tentang Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Minggu, 20 Februari 2011

Direktorat Reserse Narkoba

Direktorat Reserse Narkoba Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Utara (Sumut) berkordinasi dengan Polisi Diraja Malaysia terkait penyelundupan sabu seberat 1,085 kilogram (kg) oleh Ainsyiah binti Syamaun,55, yang digagalkan petugas Bea Cukai Bandara Polonia Medan,Jumat (18/2),kemarin. Kordinasi tersebut sebagai tindaklanjut atas pengakuan tersangka Ainsyiah yang mengaku bahwa barang haram tersebut merupakan titipan suami dari keponakannya, Haris,yang tinggal di Bukit Tinggi, Malaysia.

Kami lakukan kordinasi dengan Polisi Diraja Malaysia bagian narkotika untuk menginformasikan bahwa Haris diduga kuat jaringan narkoba dan agar ditangkap,” ungkap Direktur Narkoba Polda Sumut Kombes Pol John Turman Panjaitan kepada SINDO melalui ponselnya kemarin. Turman Panjaitan menambahkan, berdasarkan pengakuan Ainsyiah, warga Desa Pie Geudong, Lhokseumawe, NAD tersebut, dia tidakmengetahuijikadalamprinter merek Canon yang dititipkan kepadanya itu disembunyikan sabu-sabu seberat 1,085 kg.Sabu itu dipecahpecah dalam 15 bungkusan.

Polisi menduga kuat bahwa Haris sengaja memanfaatkan Ainsyiah untuk membawa sabu-sabu tersebut. Apalagi, berdasarkan penuturan Ainsyiah,keponakannya bernama Annisa datang ke rumahnya pada Desember 2010 lalu bersama suaminya Haris. Kedatangan tersebut untuk mengajak dirinya ke Malaysia. Merasa senang, dia pun mengiyakan.Terlebih lagi, segala biaya akomodasi ditanggung keponakannya itu. Singkatnya, pada 19 Januari lalu, Ainsyiah berangkat bersama Haris ke Bukit Tinggi,Malaysia dan tinggal di sana selama satu bulan. Ainsyiah kemudian kembali ke Medan, Jumat (18/2), lewat Bandara Polonia Medan. Dia menumpang pesawat Air Asia QB 8051 tujuan Kuala Lumpur (KUL) – Medan (MES). Berdasarkan tiketnya, pemilik paspor W44069 itu duduk di bangku 27E,dengan membawa barang titipan Haris berupa printer merek Canon.

Haris sendiri telah berpesan kepadanya agar barang itu diserahkan kepada Azhari. ”Sementara Azhari sendiri mengaku tidak tahu. Dia hanya disuruh menjemput Ainsyiah di Polonia, setelah di-SMS (short message service) Haris,”tandasnya. Turman mengatakan, dalam hal ini,mereka masih kesulitan untuk menetapkan Azhari menjadi tersangka.Meski demikian,proses pendalaman penyelidikan juga masih dilakukan terhadap pria berperawakan tambun itu. Untuk sementara, Azhari dijadikan saksi atas tersangka Ainsyiah, sebagai orang yang disuruh Haris menjemputnya di Bandara Polonia Medan. ”Dalam waktu 3x24 jam dari proses penangkapan Azhari, harus ditentukan statusnya.

Selama itu, kita harus ada bukti yang kuat kalau menetapkannya sebagai tersangka. Sekarang ini pembuktiannya masih sangat sumir sekali,”paparnya. Ia berjanji akan menuntaskan kasus penyelundupan narkoba jenis sabu-sabu tersebut.Pengakuan tersangka Ainsyiah tentang ketidaktahuannya mengenai barang titipan suami keponakannya yang berisi sabu-sabu akan tetap diproses.” Apa pun alasannya, dia kedapatan membawa barang itu.Pengadilan nanti yang membuktikannya. Kita akan sidik sampai tuntas,” tuturnya.

Penyidik menjerat tersangka Ainsyiah dengan Pasal 113 UU Narkotika nomor 35 tahun 2009 tentang mengimpor narkotika dari luar negeri dengan ancaman hukuman kurungan penjara minimal 5 tahun dan maksimal 20 tahun. Seperti diketahui sebelumnya, Ainsyah binti Syamaun,55,tertangkap membawa sabu 1,085 kg setelah turun dari pesawat Air Asia tujuan Kuala Lumpur – Medan di Bandara Polonia, Medan, Jumat (18/2) pukul 10.30 WIB. Ainsyah, perempuan kelahiran Desa Pie Geudong,Lhokseumawe, NAD, ditangkap bersama penjemputnya bernama Azhari oleh petugas Bea Cukai Bandara Polonia Medan bernama Putra.

Sabu seberat 1,085 kg bernilai miliaran rupiah tersebut diamankan setelah terdeteksi melalui mesin X-Ray di terminal kedatangan internasional, yang disembunyikan dalam kotak printer merek Canon. Demikian catatan online Setan Internet tentang Direktorat Reserse Narkoba.

Drainase

Drainase masih menjadi salah satu persoalan utama di Kota Medan.Banyaknya genangan air di kawasan perkotaan menunjukkan Pemerintah Kota (Pemko) setempat belum maksimal menanganinya. Pengamat lingkungan dari Universitas Sumatera Utara (USU) Jaya Arjuna mengatakan, penanganan drainase selama ini terkesan tidak fokus dan masih menggunakan sistem tradisional atau pengorekan.

Seharusnya, pembersihan drainase menggunakan alat yang cukup canggih, seperti alat sedot lumpur. ”Ini karena tidak ketikdamampuan Wali Kota bersama jajarannya. Itu sebabnya genangan air masih terlihat di mana-mana. Main korek pula, mainkanlah sedot lumpur, biar bersih semua,” ucap Jaya Arjuna kemarin. Dia juga mengaku tidak sepakat bila drainase primer atau sungai yang dangkal dijadikan alasan penyebab genangan air.

Menurut dia, alasan ini digunakan Pemko Medan hanya untuk menghindar dari tanggung jawab. Sebab, belum tentu semua drainase primer salah. ”Kalau sungai tidak penuh, tapi drainase tertier dan sekunder tergenang, apa salah primernya. Tidaklah. Beda kalau sungai penuh dan tidak mampu menampung air. Jadi, tidak semua salah sungai terlalu dangkal. Kalau tidak mampu bilang saja,”tegasnya. Jaya menegaskan,seharusnya Kota Medan tidak terkena banjir atau genangan air.Sebab,Medan mempunyai empat sungai, yakni Deli,Babura,Belawan,dan Percut.

Selain itu, masih ada tujuh sungai drainase primer, yakni Sungai Bedera, Batuan, Sungai Putih, Sulang Saling, dan lainnya.Drainase primer ini didukung dengan drainase tertier dan sekunder yang mengelilingi Kota Medan. ”Medan juga berada 25 meter di atas permukaan laut. Berbeda dengan Jakarta, Semarang, dan Surabaya, yang berada 0 di atas permukaan laut,”pungkasnya. Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Medan Ikhrimah Hamidy mengatakan,selama ini pengerjaan pengorekan drainase seharusnya dilakukan berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) maupun pusat sehingga tidak salah dan menunjukkan hasil. Masalahnya, selama ini koordinasi tidak dilakukan.

Akibatnya, pengerjaan drainase tidak menunjukkan hasil dan terkesan hanya membuang-buang anggaran.”Kurangnya koordinasi membuat pengerjaan tidak maksimal selama ini,”ujarnya. Dia menambahkan, sebenarnya 70% masalah banjir di Kota Medan disebabkan oleh sampah yang terus menerus menumpuk di drainase. Selain itu, anggaran penanganan infrastruktur dan rehabilitasi drainase tidak signifikan. ”Lihat saja hujan sedikit, langsung banjir di mana-mana,” tambahnya. Selain itu,permasalahan banjir juga disebabkan tidak tegasnya penegakan hukum. Meskipun sudah aturan yang mengatur bahwa siapa pun yang membuang sampah sembarangan akan didenda Rp1 juta hingga Rp5 juta,buktinya tidak ada pelaku yang dikenakan sanksi.

Direktur Lembaga Pengkajian Permukiman dan Pengembangan Kota (LPPK) Rafriandi Nasution mengatakan,persoalan drainase di Medan cukup komplit. Meskipun sudah ada peta drainase lewat Medan Metropolitan Urban Development Project (MMUDP),dokumen drainasenya tidak ditemukan. ”Bahkan, tidak ada yang berani mengatakan itu ada atau di mana sekarang,”bebernya. Menurut dia, ke depan, pihak terkait harus saling koordinasi dan bekerja sama untuk mengatasi persoalan drainase, yakni Dinas Bina Marga Pemko Medan sebagai pelaksana kegiatan,DPRD sebagai pengawas,dan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) sebagai perencana dan pengguna anggaran.

Dengan begitu, penganannya akan fokus dan anggarannya tidak menurun.”Bila ini sudah berjalan, tinggal pembuatan regulasinya dan di dalamnya diatur pengembangan wilayah dan permukiman,” tuturnya. Rafriandi menambahkan, persoalan lain yang juga dihadapi dalam penanganan drainase di Kota Medan yakni minimnya birokrat yang menguasai persoalan drainase. Selain itu, koordinasi wali kota dengan jajarannya tidak maksimal, dan kegiatan pembersihan drainase juga masih minim. Sampah masih selalu menjadi keluhan masyarakat. ”Sumber resapan air juga tidak dimiliki setiap rumah,” tuturnya. Kepala Bidang Drainase Dinas Bina Marga Pemko Medan Windi mengatakan,selama ini pengerjaan drainase sudah dilakukan.

Menurut dia,tidakperlubanyaksistemuntuk menangani masalah itu. Cukup koordinasi untuk pembagian pihakpihak yang mengerjakan di hulu, tengah, dan hilir. ”DPRD Medan diharapkan mau mengundang Badan Wilayah Sungai (BWS) sebagai pengelola sungai di Kota Medan.Dengan begitu,jelas semua pembagian tugasnya,”bebernya. Demikian catatan online Setan Internet tentang Drainase.